Sabtu, 13 April 2013

Pernikahan Aceng Fikri dengan Fany Oktora


Hukum Pernikahan Dini


Kecenderungan untuk menikah dini bagi mahasiswa muslim, nampaknya menunjukkan trend meningkat belakangan ini. Sebab pernikahan dini dianggap bisa menjadi obat untuk mengatasi problem sosial yang ada. Problem yang dimaksud, berkaitan dengan keberadaannaluri melangsungkan keturunan pada diri mereka dalam konteks masyarakat sekuler yang liberal. Problem ini lahir karena 2 (dua) faktor sosial :

1. masyarakat sekuler yang liberal banyak menyuguhkan stimulus - stimulus yang membangkitkan nafsu seksual, baik berupa kenyataan sosial yang buruk seperti pergaulan bebas dan prostitusi, maupun sarana-sarana yang memanjakan syahwat rendahan, seperti film, VCD, tabloid, novel, internet, dan sebagainya.
2. adanya semacam kebijakan / program nasional yang “memaksa” para pemuda dan pemudi untuk menunda usia pernikahannya, demi  pembatasan jumlah penduduk. Karena katanya jumlah penduduk yang banyak akan meningkatkan berbagai kebutuhan. Sementara di sisi lain konon sumber daya untuk memuaskan kebutuhan itu sangat terbatas.

Hal tersebut banyak terjadi di Indonesia, diantaranya saat ini yang sedang diperbincangkan oleh  masyarakat Indonesia adalah kasus pernikahan 4 hari sang Mantan Bupati Garut dengan Gadis belia yang bernama Fany Oktora. Semua ini berawal dari pernikahan siri sang bupati dengan seorang gadis 17 tahun Fany Oktora pada 16 Juli 2012. Pernikahan yang tidak di catatkan di kantor urusan agama itu hanya berlangsung 4 hari. 19 July 2012, Aceng menceraikan Fany lewat layan pesan singkat alias SMS. Begitu kasus ini mengemuka di media masa, nama Aceng Fikri menjadi buah bibir. Berbagai pihak mengecam tindakannya. 

Lihat videonya di Youtubehttps://www.youtube.com/watch?v=DhMLqP2DGTg

Alasan Aceng mencaraikan Fany dinilai sangat memukul rasa kemanusiaan. Aceng menceraikan Fany karena Fany dinilai sudah tidak perawan pada malam pertama. Aceng yang mempermasalahkan bau mulut Fany, juga mengibaratkan istri mudanya seperti kaos yang sudah sobek. Karena tindakan Aceng yang dianggap diluar kemanusiaan, warga Garut mendesak DPRD melengserkan Aceng. Melihat situasi tak menguntungkan, Aceng menempuh jalan islah dengan keluarga Fany.





Lihat bertanya di Tempo.cohttp://www.tempo.co/read/news/2012/12/03/058445600/3-Alasan-Bupati-Garut-Ceraikan-Fany-Octora

Tidak ada komentar:

Posting Komentar