A.
PERSALINAN
c.1
Definisi
Persalinan
adalah rangkaian proses yang berakhir dengan pengeluaran hasil konsepsi oleh
ibu. Proses ini dimulai dengan kontraksi persalinan sejati, yang ditandai oleh
perubahan progresif pada serviks dan diakhiri dengan pelahiran plasenta. ( Varney, 2008 : 672 )
Persalinan
adalah proses dimana bayi, plasenta dan selaput ketuban keluar dari uterus ibu.
Persalinan dianggap normal jika prosesnya terjadi pada usia kehamilan cukup
bulan ( setelah 37 minggu ) tanpa disertai adanya penyulit. Persalinan dimulai
( inpartu ) sejak uterus berkontraksi
dan menyebabkan perubahan pada serviks ( membuka dan menipis ) dan berakhir
dengan lahirnya plasenta secara lengkap. Ibu belum inpartu jika kontraksi
uterus tidak mengakibatkan perubahan serviks. ( JPNK – KR, Asuhan Persalinan
Normal, 2008 : 37 ).
Persalinan terbagi menjadi tiga macam yaitu:
1.
Persalinan Spontan
Adalah
persalinan yang berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri dan melalui jalan
lahir.
2.
Persalinan Buatan
Adalah persalinan dengan bantuan tenaga dari luar
seperti sectio caesaria ( SC ),
forceps ekstraksi, dan vacum ekstraksi
3.
Persalinan Anjuran
Adalah kekuatan yang diperlukan untuk persalinan
ditimbulkan dari luar ( rangsangan
) seperti tindakan induksi dengan pitocin drip atau oksitosin.
c.2 Tanda dan
gejala inpartu
1. Lightening
Mulai dirasa
kira – kira 2 minggu sebelum persalinan adalah penurunan bagian presentasi bayi
ke dalam pelvis minor. Pada presentasi sefalik, kepala bayi biasanya menancap (
engaged ) setelah lightening. Wanita sering menyebut lightening sebagai “kepala
bayi sudah turun”.
2. Perubahan
serviks
Mendekati
persalinan serviks semakin “matang”. Kalau tadinya selama masa hamil serviks
dalam keadaan menutup, panjang dan lunak, sekarang serviks masih lunak dengan
konsistensi seperti pudding dan mengalami sedikit penipisan ( effacement ) dan
kemungkinan sedikit dilatasi.
3. Bloody
show
Terlihat sebagai
radas lendir bercampur darah yang lengket dan harus dibedakan dengan cermat
dari perdarahan murni. Bloody show merupakan tanda persalinan yang akan terjadi
biasanya dalam 24 hingga 48 jam. Akan tetapi bloody show bukan merupakan tanda
persalinan yang bermakna jika pemeriksaan vagina sudah dilakukan 48 jam
sebelumnya karena rabas lendir yang bercampur darah selama waktu tersebut mungkin
akibat trauma kecil terhadap atau perusakan plak lendir saat pemeriksaan
tersebut dilakukan.
4. Lonjakan
Energi
Banyak wanita
mengalami lonjakan energi kurang lebih 24 – 48 jam sebelum awitan persalinan.
Setelah beberapa hari dan minggu merasa letih secara fisik dan lelah karena
hamil, mereka terjaga pada suatu hari dan menemukan diri mereka bertenaga
penuh. Sehingga mereka melakukan aktivitas seperti biasanya. Akibatnya, mereka
memasuki masa persalinan dalam keadaan letih dan seringkali persalinan menjadi
sulit dan lama.
5. Gangguan
saluran cerna
Ketika tidak ada
penjelasan yang tepat untuk diare, kesulitan mencerna, mual dan muntah, diduga
hal – hal tersebut merupakan gejala menjelang persalinan walaupun belum ada
penjelasan untuk hal ini. Beberapa wanita mengalami satu atau beberapa gejala
tersebut.
(
Varney, 2008 : 674 ).
c.3 Kala dalam persalinan
1. Kala
1
Dimulai dari
saat persalinan mulai sampai pembukaan lengkap ( 10 cm ). Proses ini dibagi
dalam dua fase, fase laten ( 8 jam ) serviks membuka sampai 3 cm dan fase aktif
( 7 jam ) serviks membuka dari 3 cm sampai 10 cm. Kontraksi lebih kuat dan
sering selama fase aktif.
2. Kala
2
Dimulai dari
pembukaan lengkap ( 10 cm ) sampai bayi lahir. Proses ini biasanya berlangsung
2 jam pada primi dan 1 jam pada multi.
3. Kala
3
Dimulai segera
setelah bayi lahir sampai lahirnya plasenta, yang berlangsung tidak lebih dari
30 menit.
4. Kala
4
Dimulai dari
saat lahirnya plasenta sampai 2 jam postpartum.
(
Sarwono, 2006 : 100 )
c.4 Faktor yang mempengaruhi persalinan
1. Passage
( Jalan lahir )
Jalan lahir
tediri dari panggul ibu, yakni bagian tulang padat, dasar panggul, vagina, dan
introitus ( lubang luar vagina ). Meskipun jaringan lunak, khususnya lapisan –
lapisan otot dasar panggul ikut menunjang keluarnya bayi, tetapi panggul ibu
jauh lebih berperan dalam proses persalinan. Janin harus berhasil menyesuaikan
dirinya terhadap jalan lahir yang relatif kaku. Oleh karena itu ukuran dan bentuk
panggul harus ditentukan sebelum persalinan dimulai.
2. Passenger
( Janin dan plasenta )
Passenger atau
janin bergerak sepanjang jalan lahir merupakan akibat interaksi beberapa
faktor, yakni ukuran kepala janin, presentasi, letak, sikap, dan posisi janin.
Karena plasenta juga harus melewati jalan lahir, maka ia dianggap juga sebagai
bagian dari passenger yang menyertai janin. Namun plasenta jarang menghambat
proses persalinan pada kehamilan normal.
3. Power
( Kekuatan )
Kekuatan terdiri
dari kemampuan ibu melakukan kontraksi involunter dan volunter secara bersamaan
untuk mengeluarkan janin dan plasenta dari uterus. Kontraksi involunter disebut
juga kekuatan primer, menandai dimulainya persalinan. Apabila serviks
berdilatasi, usaha volunter dimulai untuk mendorong, yang disebut kekuatan
sekunder, dimana kekuatan ini memperbesar kekuatan kontraksi involunter.
(
Perawatan Ibu Bersalin, 2009. Fitramaya : 23 )
c.5 Kebutuhan ibu bersalin
1. Kebutuhan
fisiologis
a. Oksigen
b. Makan
dan minum
c. Istirahat
selama tidak ada his
d. Kebersihan
badan terutama genitalia
e. Buang
air kecil dan buang air besar
f. Pertolongan
persalinan yang berstandar
g. Penjahitan
perineum bila perlu
2. Kebutuhan
rasa aman
a. Memilih
tempat dan penolong persalinan
b. Informasi
tentang proses persalinan atau tindakan yang akan dilakukan
c. Posisi
tidur yang dikehendaki ibu
d. Pendampingan
oleh keluarga
e. Pantauan
selama persalinan
f. Intervensi
yang diperlukan
3. Kebutuhan
dicintai dan mencintai
a. Pendampingan
oleh suami / keluarga
b. Kontak
fisik ( memberi sentuhan ringan )
c. Masase
untuk mengurangi sakit
d. Berbicara
dengan suara lemah, lembut serta sopan.
4. Kebutuhan
harga diri
a. Merawat
bayinya sendiri dan menetekinya
b. Asuhan
kebidanan dengan memperhatikan privacy ibu
c. Pelayanan
yang bersifat empati dan simpati
d. Informasi
bila akan melakukan tindakan
e. Memberikan
pujian kepada ibu terhadap tindakan positif yang ibu lakukan
5. Kebutuhan
aktualisasi diri
a. Memilih
tempat dan penolong sesuai keinginan
b. Memilih
pendamping saat persalinan
c. Bounding
and attachment
d.
Ucapan atas kelahiran
anaknya. ( Perawatan Ibu Bersalin, 2009.
Fitramaya : 55 )
c.6 Partograf
Partograf
adalah alat bantu untuk memantau kemajuan persalinan dan informasi untuk
membuat keputusan klinik. Tujuan utama dari penggunaan partograf adalah untuk :
1. Mencatat
hasil observasi dan kemajuan persalinan dengan menilai pembukaan serviks
melalui pemeriksaan dalam.
2. Mendeteksi
apakah proses persalinan berjalan secara normal. Dengan demikian juga dapat
mendeteksi secara dini kemungkinan terjadinya partus lama.
3.
Data pelengkap yang
terkait dengan pemantauan kondisi ibu, kondisi bayi, grafik kemajuan proses
persalinan, bahan dan medika mentosa yang diberikan, pemeriksaan laboratorium,
membuat keputusan klinik dan asuhan atau tindakan yang diberikan dimana semua
itu dicatatkan secara rinci pada status atau rekam medic ibu bersalin dan bayi
baru lahir. ( JPN – KR, Asuhan Persalinan
Normal. 2008 : 54 )
Kondisi ibu dan
bayi juga harus dinilai dan dicatat dengan seksama yaitu :
1. Denyut
Jantung Janin : setiap ½ jam
2. Frekuensi
dan lamanya kontraksi uterus : setiap ½ jam
3. Nadi
: setiap ½ jam
4. Pembukaan
serviks : setiap 4 jam
5. Penurunan
bagian terbawah janin : setiap 4 jam
6. Tekanan
darah dan temperature tubuh : setiap 4 jam
7. Produksi
urin, aseton dan protein : setiap 2 sampai 4 jam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar