Sabtu, 06 April 2013

Persalinan


A.    PERSALINAN
c.1 Definisi
Persalinan adalah rangkaian proses yang berakhir dengan pengeluaran hasil konsepsi oleh ibu. Proses ini dimulai dengan kontraksi persalinan sejati, yang ditandai oleh perubahan progresif pada serviks dan diakhiri dengan pelahiran plasenta. ( Varney, 2008 : 672 )
Persalinan adalah proses dimana bayi, plasenta dan selaput ketuban keluar dari uterus ibu. Persalinan dianggap normal jika prosesnya terjadi pada usia kehamilan cukup bulan ( setelah 37 minggu ) tanpa disertai adanya penyulit. Persalinan dimulai ( inpartu ) sejak uterus berkontraksi dan menyebabkan perubahan pada serviks ( membuka dan menipis ) dan berakhir dengan lahirnya plasenta secara lengkap. Ibu belum inpartu jika kontraksi uterus tidak mengakibatkan perubahan serviks. (  JPNK – KR, Asuhan Persalinan Normal, 2008 : 37 ).
Persalinan terbagi menjadi tiga macam yaitu:
1.      Persalinan Spontan
Adalah persalinan yang berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri dan melalui jalan lahir.
2.      Persalinan Buatan
Adalah persalinan dengan bantuan tenaga dari luar seperti sectio     caesaria ( SC ), forceps ekstraksi, dan vacum ekstraksi
3.      Persalinan Anjuran
Adalah kekuatan yang diperlukan untuk persalinan ditimbulkan dari           luar ( rangsangan ) seperti tindakan induksi dengan pitocin drip atau           oksitosin.

c.2 Tanda dan gejala inpartu
1.      Lightening
Mulai dirasa kira – kira 2 minggu sebelum persalinan adalah penurunan bagian presentasi bayi ke dalam pelvis minor. Pada presentasi sefalik, kepala bayi biasanya menancap ( engaged ) setelah lightening. Wanita sering menyebut lightening sebagai “kepala bayi sudah turun”.
2.      Perubahan serviks
Mendekati persalinan serviks semakin “matang”. Kalau tadinya selama masa hamil serviks dalam keadaan menutup, panjang dan lunak, sekarang serviks masih lunak dengan konsistensi seperti pudding dan mengalami sedikit penipisan ( effacement ) dan kemungkinan sedikit dilatasi.
3.      Bloody show
Terlihat sebagai radas lendir bercampur darah yang lengket dan harus dibedakan dengan cermat dari perdarahan murni. Bloody show merupakan tanda persalinan yang akan terjadi biasanya dalam 24 hingga 48 jam. Akan tetapi bloody show bukan merupakan tanda persalinan yang bermakna jika pemeriksaan vagina sudah dilakukan 48 jam sebelumnya karena rabas lendir yang bercampur darah selama waktu tersebut mungkin akibat trauma kecil terhadap atau perusakan plak lendir saat pemeriksaan tersebut dilakukan.
4.      Lonjakan Energi
Banyak wanita mengalami lonjakan energi kurang lebih 24 – 48 jam sebelum awitan persalinan. Setelah beberapa hari dan minggu merasa letih secara fisik dan lelah karena hamil, mereka terjaga pada suatu hari dan menemukan diri mereka bertenaga penuh. Sehingga mereka melakukan aktivitas seperti biasanya. Akibatnya, mereka memasuki masa persalinan dalam keadaan letih dan seringkali persalinan menjadi sulit dan lama.
5.      Gangguan saluran cerna
Ketika tidak ada penjelasan yang tepat untuk diare, kesulitan mencerna, mual dan muntah, diduga hal – hal tersebut merupakan gejala menjelang persalinan walaupun belum ada penjelasan untuk hal ini. Beberapa wanita mengalami satu atau beberapa gejala tersebut.
( Varney, 2008 : 674 ).
            c.3 Kala dalam persalinan
1.      Kala 1
Dimulai dari saat persalinan mulai sampai pembukaan lengkap ( 10 cm ). Proses ini dibagi dalam dua fase, fase laten ( 8 jam ) serviks membuka sampai 3 cm dan fase aktif ( 7 jam ) serviks membuka dari 3 cm sampai 10 cm. Kontraksi lebih kuat dan sering selama fase aktif.
2.      Kala 2
Dimulai dari pembukaan lengkap ( 10 cm ) sampai bayi lahir. Proses ini biasanya berlangsung 2 jam pada primi dan 1 jam pada multi.

3.      Kala 3
Dimulai segera setelah bayi lahir sampai lahirnya plasenta, yang berlangsung tidak lebih dari 30 menit.
4.      Kala 4
Dimulai dari saat lahirnya plasenta sampai 2 jam postpartum.
( Sarwono, 2006 : 100 )
            c.4 Faktor yang mempengaruhi persalinan
1.      Passage ( Jalan lahir )
Jalan lahir tediri dari panggul ibu, yakni bagian tulang padat, dasar panggul, vagina, dan introitus ( lubang luar vagina ). Meskipun jaringan lunak, khususnya lapisan – lapisan otot dasar panggul ikut menunjang keluarnya bayi, tetapi panggul ibu jauh lebih berperan dalam proses persalinan. Janin harus berhasil menyesuaikan dirinya terhadap jalan lahir yang relatif kaku. Oleh karena itu ukuran dan bentuk panggul harus ditentukan sebelum persalinan dimulai.
2.      Passenger ( Janin dan plasenta )
Passenger atau janin bergerak sepanjang jalan lahir merupakan akibat interaksi beberapa faktor, yakni ukuran kepala janin, presentasi, letak, sikap, dan posisi janin. Karena plasenta juga harus melewati jalan lahir, maka ia dianggap juga sebagai bagian dari passenger yang menyertai janin. Namun plasenta jarang menghambat proses persalinan pada kehamilan normal.
3.      Power ( Kekuatan )
Kekuatan terdiri dari kemampuan ibu melakukan kontraksi involunter dan volunter secara bersamaan untuk mengeluarkan janin dan plasenta dari uterus. Kontraksi involunter disebut juga kekuatan primer, menandai dimulainya persalinan. Apabila serviks berdilatasi, usaha volunter dimulai untuk mendorong, yang disebut kekuatan sekunder, dimana kekuatan ini memperbesar kekuatan kontraksi involunter.
( Perawatan Ibu Bersalin, 2009. Fitramaya : 23 )
            c.5 Kebutuhan ibu bersalin
1.      Kebutuhan fisiologis
a.       Oksigen
b.      Makan dan minum
c.       Istirahat selama tidak ada his
d.      Kebersihan badan terutama genitalia
e.       Buang air kecil dan buang air besar
f.       Pertolongan persalinan yang berstandar
g.      Penjahitan perineum bila perlu
2.      Kebutuhan rasa aman
a.       Memilih tempat dan penolong persalinan
b.      Informasi tentang proses persalinan atau tindakan yang akan dilakukan
c.       Posisi tidur yang dikehendaki ibu
d.      Pendampingan oleh keluarga
e.       Pantauan selama persalinan
f.       Intervensi yang diperlukan
3.      Kebutuhan dicintai dan mencintai
a.       Pendampingan oleh suami / keluarga
b.      Kontak fisik ( memberi sentuhan ringan )
c.       Masase untuk mengurangi sakit
d.      Berbicara dengan suara lemah, lembut serta sopan.
4.      Kebutuhan harga diri
a.       Merawat bayinya sendiri dan menetekinya
b.      Asuhan kebidanan dengan memperhatikan privacy ibu
c.       Pelayanan yang bersifat empati dan simpati
d.      Informasi bila akan melakukan tindakan
e.       Memberikan pujian kepada ibu terhadap tindakan positif yang ibu lakukan
5.      Kebutuhan aktualisasi diri
a.       Memilih tempat dan penolong sesuai keinginan
b.      Memilih pendamping saat persalinan
c.       Bounding and attachment
d.      Ucapan atas kelahiran anaknya. ( Perawatan Ibu Bersalin, 2009. Fitramaya : 55 )
c.6 Partograf
      Partograf adalah alat bantu untuk memantau kemajuan persalinan dan informasi untuk membuat keputusan klinik. Tujuan utama dari penggunaan partograf adalah untuk :
1.      Mencatat hasil observasi dan kemajuan persalinan dengan menilai pembukaan serviks melalui pemeriksaan dalam.
2.      Mendeteksi apakah proses persalinan berjalan secara normal. Dengan demikian juga dapat mendeteksi secara dini kemungkinan terjadinya partus lama.
3.      Data pelengkap yang terkait dengan pemantauan kondisi ibu, kondisi bayi, grafik kemajuan proses persalinan, bahan dan medika mentosa yang diberikan, pemeriksaan laboratorium, membuat keputusan klinik dan asuhan atau tindakan yang diberikan dimana semua itu dicatatkan secara rinci pada status atau rekam medic ibu bersalin dan bayi baru lahir. ( JPN – KR, Asuhan Persalinan Normal. 2008 : 54 )

Kondisi ibu dan bayi juga harus dinilai dan dicatat dengan seksama yaitu :
1.      Denyut Jantung Janin : setiap ½ jam
2.      Frekuensi dan lamanya kontraksi uterus : setiap ½ jam
3.      Nadi : setiap ½ jam
4.      Pembukaan serviks : setiap 4 jam
5.      Penurunan bagian terbawah janin : setiap 4 jam
6.      Tekanan darah dan temperature tubuh : setiap 4 jam
7.      Produksi urin, aseton dan protein : setiap 2 sampai 4 jam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar