Sabtu, 06 April 2013

Kehamilan


A.    KEHAMILAN
b.1 Definisi
Menurut Federasi Obstetri Ginekologi Indonesia, kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan lunar atau 9 bulan menurut kalender internasional. ( Prawirohardjo, 2008 : 213 )
Menurut usia kehamilan, tuanya masa kehamilan diklasifikasikan sebagai berikut :
1.      Abortus
Berakhirnya suatu kehamilan ( oleh akibat - akibat tertentu ) pada atau sebelum kehamilan tersebut berusia 20 minggu atau buah kehamilan belum mampu untuk hidup diluar kandungan.
2.      Immantur
Berakhirnya suatu kehamilan atau kehamilan tersebut berusia 20 – 28 minggu dengan berat badan janin antara 500 – 1000 gram.
3.      Prematur
Persalinan dari hasil konsepsi pada kehamilan 28 - 36 minggu, janin dapat hidup tetapi prematur, berat janin antara 1000 - 2500 gram.
4.      Aterm
Persalinan pada kehamilan 37 - 42 minggu, janin matur dan berat janin diatas 2500 gram.
5.      Serotinus
Persalinan yang terjadi pada usia kehamilan > 42 minggu.

b. 2 Proses Terjadinya Kehamilan
Untuk terjadi kehamilan harus ada spermatozoa, ovum, pembuhan ovum ( hasil konsepsi ) dan nidasi ( implantasi ).
Jutaan sperma diumpahkan di forniks vagina dan disekitar porsio pada waktu koitus. Hanya beberapa ratus ribu spermatozoa dapat terus ke kavum uteri dan tuba, dan hanya beberapa ratus dapat sampai ke bagian ampula tuba dimana spermatozoa dapat memmasuki ovum yang telah siap untuk dibuahi. Hanya satu spermatozoa yang mempunyai kemampuan       ( kapasitasi ) untuk membuahi. Pada spermatozoa ditemukan peningkatan konsentrasi DNA di nukleusnya, dan kaputnya lebih mudah menembus dinding ovum oleh karena diduga dapat melepaskan hialuronidase.
Fertilisasi ( pembuahan ) adalah penyatuan ovum ( oosit sekunder ) dan spermatozoa yang biasanya berlangsung di ampula tuba. Fertilisasi meliputi penetrasi spermatozoa ke dalam ovum, fusi spermatozoa dan ovum, diakhiri dengan fusi materi genetik. Hanya satu spermatozoa yang telah mengalami proses kapasitasi mampu melakukan penentrasi membrane sel ovum. Untuk mencapai ovum, spermatozoa harus melewati korona radiata ( lapisan sel di luar ovum ) dan zona pelusida ( suatu bentuk glikoprotein ekstraselular ) yaitu dua lapisan yang menutupi dan mencegah ovum mengalami fertilisasi lebih dari satu spermatozoa. Suatu molekul komplemen khusus dipermukaan kepala spermatozoa kemudian mengikat ZP3 glikoprotein di zona pelusida. Pengikatan ii memicu akrosom melepaskan enzim yang membantu spermatozoa menembus zona pelusida.
Dalam beberapa jam setelah pembuahan terjadi, mulailah pembelahan zigot. Hal ini dapat berlangsung oleh karena sitoplasma ovum mengandung banyak zat asam amino dan enzim. Segera setelah pembelahan ini terjadi, pembelahan selanjutnya berjalan dengan lancar, dan dalam 3 hari terbentuk suatu kelompok sel yang sama besarnya. Hasil konsepsi berada dalam stadium morula dan terus disalurkan ke arah kavum uteri oleh arus serta getaran silia pada permukaan sel – sel tuba dan kontraksi tuba.
Selanjutnya pada hari keempat hasil konsepsi mencapai stadium blastula disebut blastoksita ( blastocyst ) suatu bentuk dibagian luarnya adalah trofoblas dan di bagian dalamnya disebut masa inner cell . Masa inner cell ini berkembang menjadi plasenta. Dengan demikian, blastokista diselubungi oleh suatu simpai yang disebut trofoblas. Trofoblas ini sangat kritis untuk keberhasilan kehamilan, proteksi imunitas bagi janin, peningkatan aliran darah maternal ke dalam plasenta, dan kelahiran bayi. Sejak trofoblas terbentuk, produksi hormon human chorionic gonadotropin ( HCG ) dimulai, suatu hormon yang memastikan bahwa endometrium akan menerima ( reseptif ) dalam proses implantasi embrio.
Setelah nidasi berhasil, selnjutnya hasil konsepsi akan bertumbuh dan berkembang di dalam endometrium. Plasentasi merupakan proses pembentukan struktur dan jenis plasenta. Setelah nidasi embrio ke dalam endometrium, plasenta dimulai. Pada manusia plasentasi berlangsung sampai 12 – 18 minggu setelah fertilisasi.
b. 3 Tanda - Tanda Kehamilan
1.      Tanda tidak pasti
a.       Amenorrhoe
b.      Emesi
c.       Lelah
d.      Payudara membesar
e.       Konstipasi
f.       Pigmentasi kulit
2.      Tanda kemungkinan
a.       Tes HCG (+)
b.      Perut membesar
c.       Adanya ballottement
Ukuran janin lebih kecil dibandingkan dengan banyaknya air ketuban.
d.      Tanda piskacek
Pembesaran uterus tidak merata.
e.       Tanda hegar
Rahim teraba lebih lunak pada saat pemeriksaan dalam seolah olah kedua jari saling bersentuhan.
f.       Tanda Goodell`s
Serviks wanita teraba seperti ujung hidung pada saat pemeriksaan dalam, sedangkan pada wanita hamil teraba serviks lunak seperti ujung telinga.
g.      Tanda chadwick
Vagina terlihat ungu karena hipervaskularisasi
h.      Kontraksi brakston hiks
Pada saat pemeriksaan dalam rahim menjadi keras karena berkontraksi.
3.      Tanda pasti
a.       Gerakan janin yang terlihat dan teraba
b.      Bagian bagian tubuh janin yang terlihat dan teraba
c.       Denyut jantung janin
d.      Terlihat tulang janin saat foto rontgen
                  b.4 Perubahan Anatomi dan Fisiologi Pada Kehamilan
1.      Perubahan Sistem Reproduksi
a.       Uterus
Pada perempuan tidak hamil, uterus mempunyai berat 70 gr dan kapasitas 10 ml atau kurang. Selama kehamilan, ueterus akan berubah menjadi suatu organ yang mampu menampung janin, plasenta dan cairan amnion rata – rata pada akhir kehamilan volume totalnya mencapai 5 lt bahkan dapat mencapai 20 lt atau lebih dengan berat rata – rata 1100 gr.
b.      Serviks
Satu bulan setelah konsepsi serviks akan menjadi lebih lunak dan kebiruan. Perubahan ini terjadi akibat penambahan vaskularisasi dan terjadinya edema pada seluruh serviks, bersama dengan terjadinya hipertrofi dan hiperplasia pada kelenjar – kelenjar serviks.
c.       Ovarium
Proses ovulasi selama kehamilan akan terhenti dan pematangan folikel baru juga ditunda. Hanya satu korpus luteum yang dapat ditemukan di ovarium. Folikel ini berfungsi maksimal selama 6 – 7 minggu awal kehamilan dan setelah itu akan berperan sebagai penghasl progesteron dalam jumlah yang relatif minimal.
d.      Vagina dan penineum
Selama kehamilan terjadi peningkatan vaskularisasi dan hyperemia terlihat jelas pada kulit dan otot – otot di perineum dan vulva, sehingga pada vagina akan terlihat warna keunguan yang dikenal dengan tanda Chadwick. Perubahan ini meliputi penipisan mukosa dan hilangnya sejumlah jaringan ikat dan hipertrofi dari sel – sel otot polos.
e.       Kulit
Pada kulit dinding perut akan terjadi perubahan warna menjadi kemerahan, kusam, dan terkadang akan mengenai daerah payudara dan paha yang dikenal dengan nama striae gravidarum. Pada pertengahan perut ( linea alba ) akan berubah menjadi hitam kecoklatan ( linea nigra ). Kadang – kadang akan muncul dalam ukuran yang bervariasi pada wajah dan leher yang disebut dengan chloasma melasma gravidarum.
f.       Payudara
Pada awal kehamilan, perempuan akan merasakan payudaranya menjadi lebih lunak. Setelah bulan kedua payudara akan bertambah ukurannya dan vena – vena di bawah kulit akan menjadi lebih terlihat. Putting payudara akan lebih membesar, kehitaman dan tegak.
2.      Perubahan metabolik
Sebagian besar penambahan barat badan selama kehamilan berasal dari uterus dan isinya. Kemudian payudara, volume darah, dan cairan ekstraseluler. Diperkirakan selama kehamilan berat badan akan bertambah 12,5 kg.
3.      Perubahan sistem kardiovaskular
Pada minggu ke – 5 cardiac output akan meningkat dan perubahan ini terjadi untuk mengurangi resistensi vascular sistemik. Selain itu juga terjadi peningkatan denyut jantung. Pada pertengahan kehamilan pemebesaran uterus akan menekan vena cafa inferior dan aorta bawah ketika ibu berada dalam posisi terlentang.
4.      Perubahan sistem respirasi
Selama kehamilan, sistem respirasi mengalami perubahan. Hal ini dikarenakan untuk memenuhi kebutuhan O2 yang semakin meningkat. Disamping itu juga terjadi desakan diafragma karena dorongan rahim. Ibu hamil akan bernafas lebih dalam sekitar 20 – 25 % dari biasanya. Sesak nafas dan pernafasan yang cepat akan membuat ibu lelah, hal ini dikarenakan saat kehamilan kerja jantung dan paru – paru semakin berat.
5.      Perubahan traktus digestivus
Semakin besarnya uterus, lambung dan usus semakin bergeser. Demikian dengan apendiks yang bergeser ke arah atas dan lateral. Mual terjadi akibat penurunan asam hidroklorid dan penurunan motilitas, serta konstipasi  sebagai akibat penurunan motilitas usus besar.
6.      Perubahan traktus urinarius
Pada trimester pertama kehamilan kandung kemih akan tertekan oleh uterus yang mulai membesar sehingga menimbulkan sering berkemih. Keadaan ini akan hilang dengan makin tuanya kehamilan bila uterus keluar dari rongga panggul. Pada akhir kehamilan jika kepala bayi sudah turun ke pintu atas panggul, keluhan sering berkemih akan timbul kembali.
7.      Perubahan sistem endokrin
Selama kehamilan normal kelenjar hipofisis akan membesar ± 135 %. Hormon prolaktin akan meningkat 10 x lipat pada saat kehamilan aterm.
8.      Perubahan muskuloskeletal
Lordosis yang progresif akan menjadi bentuk yang umum pada kehamilan. Akibat kompensasi dari pembesaran uterus ke posisi anterior, lordosis menggeser pusat daya berat ke belakang ke arah dua tungkai. Sendi sakroiliaka, sarkokoksigis dan pubis akan meningkat mobilitasnya, yang diperkirakan karena pengaruh hormonal. Morbilitas tersebut akan mengakibatkan perubahan sikap ibu dan akhirnya menyebabkan perasaan yang tidak enak pada bagian bawah punggung terutama pada akhit kehamilan.
9.      Perubahan sistem sirkulasi
Peredaran darah ibu dipengaruhi oleh berbagai fakktor, yaitu :
a.       Meningkatnya kebutuhan sirkulasi darah yang berpengaruh dalam perkembangan dan pertumbuhan janin dalam rahim
b.      Terjadi kontak langsung antara arteri dan vena pada sirkulasi retroplesenter
c.       Pengaruh hormon esterogen dan progesteron
Akibat faktor diatas, ditemukan perubahan peredaran darah, pada volume darah semakin meningkat, dimana jumlah serum darah lebih besar dari pertumbuhan sel darah sehingga terjadi pengenceran darah ( hemodilusi ) dengan puncaknya pada usia kehamilan 32 minggu. Curah jantung akan bertambah 30 %. Bertambahnya hemodilusi darah mulai tampak pada usia kehamilan 16 minggu.
10.  Perubahan sistem pencernaan
Esterogen meningkat pada kehamilan dapat menyebabkan :
a.       Pengeluaran air liur berlebihan
b.      Daerah lambung terasa panas
c.       Mual dan sakit kepala terutama pada pagi hari ( morning sickness )
d.      Muntah berlebih yang dapat mengganggu aktivitas
( hiperemesis gravidarum )
e.       Progesteron menyebabkan gerak usus semakin berkurang dapat menyebabkan obstipasi.
                  b.5 Perubahan Psikologi Selama Kehamilan
      Kehamilan merupakan waktu transisi yaitu masa dimana antara kehidupan sebelum memiliki anak dan kehidupan nanti setelah mempunyai anak. Reaksi emosional dan persepsi mengena kehidupan juga mengalami perubahan, wanita hamil menjadi sangat sensitive dan cenderung bereaksi berlebihan.
1.      Trimester pertama
Dianggap sebagai periode penyesuaian yang dilakukan wanita terhadap kenyataan bahwa ia sedang mengandung. Penerimaan terhadap kenyataan ini merupakan tugas psikologi yang paling penting pada trimester pertama.
2.      Trimester kedua
Dikenal dengan periode kesehatan yang baik, yakni periode dimana wanita merasa nyaman dan bebas dari ketidaknyamanan yang normal dialami saat hamil. Tugas psikologi yang paling utama pada trimester kedua ini adalah mengembangkan identitas ibu sebagai dirinya sendiri.
3.      Trimester ketiga
Seing disebut sebagai periode penantian dengan penuh kewaspadaan. Pada periode ini wanita menyadari kehadiran bayi sebagai makhluk yang terpisah sehingga ia menjadi tidak sabar menanti kehadiran sang bayi. Ada perasaan was – was meningat bayi dapat lahir kapanpun hal ini membuat wanita hamil berjaga – jaga dan menunggu tanda dan gejala persalinan. ( Varney, 2007 : 501 ).
                  b.6 Ketidaknyamanan kehamilan
1.      Keletihan
Salah satu dugaan adalah bahwa keletihan diakibatkan oleh penurunan drastic laju metabolisme dasar pada awal kehamilan. Dugaan lain bahwa peningkatan progesteron memiliki efek menyebabkan tidur. Untuk mengatasinya adalah meyakinkan kembali wanita tersebut bahwa keletihan adalah hal yang normal dan bahwa keletihan akan hilang secara spontan. Pengetahuan ini akan membantu wanita untuk sering beristirahat selama siang hari jika memungkinkan hingga kelelahannya hilang.
2.      Peningkatan frekuensi berkemih
Merupakan ketidaknyamanan pada kehamilan yang sering terjadi pada dua kesempatan yang berbeda selama periode antepartum. Peningkatan frekuensi berkemih pada trimester pertama terjadi akibat peningkatan berat fundus uterus. Sedangkan pada trimester ketiga paling sering dialami oleh wanita primigravida setelah lightening terjadi. Efek lightening terjadi adalah bagian presentasi akan menurun masuk ke dalam panggul dan menimbulkan tekanan langsung pada kandung kemih.
3.      Nyeri punggung bawah
Merupakan nyeri punggung yang terjadi pada area lumbosakral. Nyeri punggung bawah biasanya akan meningkat intensitasnya seiring pertambahan usia kehamilan karena nyeri ini merupakan akibat pergeseran pusat gravitasi wanita tersebut dan postur tubuhnya. Perubahan – perubahan ini disebabkan oleh berat uterus yang membesar. Cara mengatasinya adalah :
a.       Posisi tubuh yang baik
b.      Mekanik tubuh yang tepat saat mengangkat beban
c.       Hindari membungkuk berlebihan, mengangkat beban, dan berjalan tanpa istirahat
d.      Ayunkan panggul / miringkan panggul
e.       Gunakan sepatu tumit rendah
f.       Gunakan penyokong abdomen eksternal
g.      Kompres air hangat
h.      Kompres es pada punggung
i.        Pijatan / usapan pada punggung
j.        Pada saat tidur gunakan kasur yang menyokong, gunakan bantal sebagai pengganjal punggung dan meringankan terikan dan regangan.
                  b. 7 Kebutuhan dasar ibu hamil.
                        Antenatal Care adalah suatu program yang terencana berupa observasi,       edukasi, dan penanganan medis oleh tenaga kesehatan ( Dokter, Bidan )          pada ibu hamil untuk memperoleh suatu proses kehamilan dan persalinan yang bersih dan aman. ( BKKBN, 2006 ).
1.      Tujuan asuhan ANC
a.       Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi
b.      Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan mental, fisik, dan sosial ibu dan bayi.
c.       Mengenali sacara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan,  dan pembedahan.
d.      Mempersiapkan persalinan yang cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu maupun dengan bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
e.       Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif.
f.        Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal.
( Prawirohardjo, 2006 : 90 )
2.      Kebijakan program
Sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan.
( Prawirohardjo, 2006 : 90 )
a.       Satu kali pada triwulan pertama
b.      Satu kali pada triwulan kedua
c.       Dua kali pada triwulan ketiga
                  b.8 Asuhan pada masa kehamilan
                        Pelayanan / asuhan standar minimal termasuk “7T” :
a.       ( Timbang ) berat badan
b.      Ukur ( Tekanan ) darah
c.       Ukur ( Tinggi ) fundus uteri
d.      Pemberian imnunisasi ( Tetanus Toksoid ) TT lengkap.
e.       Pemberian Tablet zat besi, minimum 90 tablet selama kehamilan.
f.       Tes terhadap Penyakit Menular Seksual.
g.      Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar