A.
KEHAMILAN
b.1
Definisi
Menurut
Federasi Obstetri Ginekologi Indonesia, kehamilan didefinisikan sebagai
fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan
nidasi atau implantasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya
bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan
lunar atau 9 bulan menurut kalender internasional. ( Prawirohardjo, 2008 : 213 )
Menurut usia kehamilan, tuanya masa kehamilan diklasifikasikan
sebagai berikut :
1.
Abortus
Berakhirnya suatu kehamilan ( oleh
akibat - akibat tertentu ) pada atau sebelum kehamilan tersebut berusia 20
minggu atau buah kehamilan belum mampu untuk hidup diluar kandungan.
2.
Immantur
Berakhirnya suatu kehamilan atau
kehamilan tersebut berusia 20 – 28 minggu dengan berat badan janin antara 500 –
1000 gram.
3.
Prematur
Persalinan dari hasil konsepsi pada
kehamilan 28 - 36 minggu, janin dapat hidup tetapi prematur, berat janin antara
1000 - 2500 gram.
4.
Aterm
Persalinan pada kehamilan 37 - 42
minggu, janin matur dan berat janin diatas 2500 gram.
5.
Serotinus
Persalinan yang
terjadi pada usia kehamilan > 42 minggu.
b.
2 Proses Terjadinya Kehamilan
Untuk
terjadi kehamilan harus ada spermatozoa, ovum, pembuhan ovum ( hasil konsepsi )
dan nidasi ( implantasi ).
Jutaan
sperma diumpahkan di forniks vagina dan disekitar porsio pada waktu koitus.
Hanya beberapa ratus ribu spermatozoa dapat terus ke kavum uteri dan tuba, dan
hanya beberapa ratus dapat sampai ke bagian ampula tuba dimana spermatozoa
dapat memmasuki ovum yang telah siap untuk dibuahi. Hanya satu spermatozoa yang
mempunyai kemampuan ( kapasitasi ) untuk membuahi. Pada
spermatozoa ditemukan peningkatan konsentrasi DNA di nukleusnya, dan kaputnya
lebih mudah menembus dinding ovum oleh karena diduga dapat melepaskan
hialuronidase.
Fertilisasi
( pembuahan ) adalah penyatuan ovum ( oosit sekunder ) dan spermatozoa yang
biasanya berlangsung di ampula tuba. Fertilisasi meliputi penetrasi spermatozoa
ke dalam ovum, fusi spermatozoa dan ovum, diakhiri dengan fusi materi genetik.
Hanya satu spermatozoa yang telah mengalami proses kapasitasi mampu melakukan
penentrasi membrane sel ovum. Untuk mencapai ovum, spermatozoa harus melewati korona radiata ( lapisan sel di luar ovum )
dan zona pelusida ( suatu bentuk glikoprotein ekstraselular ) yaitu dua lapisan
yang menutupi dan mencegah ovum mengalami fertilisasi lebih dari satu spermatozoa.
Suatu molekul komplemen khusus dipermukaan kepala spermatozoa kemudian mengikat
ZP3 glikoprotein di zona pelusida. Pengikatan ii memicu akrosom melepaskan
enzim yang membantu spermatozoa menembus zona pelusida.
Dalam beberapa jam setelah pembuahan terjadi, mulailah
pembelahan zigot. Hal ini dapat berlangsung oleh karena sitoplasma ovum mengandung
banyak zat asam amino dan enzim. Segera setelah pembelahan ini terjadi,
pembelahan selanjutnya berjalan dengan lancar, dan dalam 3 hari terbentuk suatu
kelompok sel yang sama besarnya. Hasil konsepsi berada dalam stadium morula dan
terus disalurkan ke arah kavum uteri oleh arus serta getaran silia pada
permukaan sel – sel tuba dan kontraksi tuba.
Selanjutnya pada hari keempat hasil konsepsi mencapai stadium
blastula disebut blastoksita ( blastocyst ) suatu bentuk dibagian luarnya
adalah trofoblas dan di bagian dalamnya disebut masa inner cell . Masa inner
cell ini berkembang menjadi plasenta. Dengan demikian, blastokista diselubungi
oleh suatu simpai yang disebut trofoblas. Trofoblas ini sangat kritis untuk
keberhasilan kehamilan, proteksi imunitas bagi janin, peningkatan aliran darah
maternal ke dalam plasenta, dan kelahiran bayi. Sejak trofoblas terbentuk,
produksi hormon human chorionic gonadotropin ( HCG ) dimulai, suatu hormon yang
memastikan bahwa endometrium akan menerima ( reseptif ) dalam proses implantasi
embrio.
Setelah nidasi berhasil, selnjutnya hasil konsepsi akan
bertumbuh dan berkembang di dalam endometrium. Plasentasi merupakan proses
pembentukan struktur dan jenis plasenta. Setelah nidasi embrio ke dalam
endometrium, plasenta dimulai. Pada manusia plasentasi berlangsung sampai 12 –
18 minggu setelah fertilisasi.
b.
3 Tanda
- Tanda Kehamilan
1. Tanda
tidak pasti
a.
Amenorrhoe
b.
Emesi
c.
Lelah
d.
Payudara membesar
e.
Konstipasi
f.
Pigmentasi kulit
2. Tanda
kemungkinan
a.
Tes HCG (+)
b.
Perut membesar
c.
Adanya ballottement
Ukuran
janin lebih kecil dibandingkan dengan banyaknya air ketuban.
d.
Tanda piskacek
Pembesaran
uterus tidak merata.
e.
Tanda hegar
Rahim teraba
lebih lunak pada saat pemeriksaan dalam seolah olah kedua jari saling
bersentuhan.
f.
Tanda Goodell`s
Serviks
wanita teraba seperti ujung hidung pada saat pemeriksaan dalam, sedangkan pada
wanita hamil teraba serviks lunak seperti ujung telinga.
g.
Tanda chadwick
Vagina terlihat
ungu karena hipervaskularisasi
h.
Kontraksi brakston hiks
Pada
saat pemeriksaan dalam rahim menjadi keras karena berkontraksi.
3. Tanda
pasti
a.
Gerakan janin yang
terlihat dan teraba
b.
Bagian bagian tubuh
janin yang terlihat dan teraba
c.
Denyut jantung janin
d.
Terlihat tulang janin
saat foto rontgen
b.4 Perubahan Anatomi dan Fisiologi Pada Kehamilan
1.
Perubahan Sistem
Reproduksi
a.
Uterus
Pada
perempuan tidak hamil, uterus mempunyai berat 70 gr dan kapasitas 10 ml atau
kurang. Selama kehamilan, ueterus akan berubah menjadi suatu organ yang mampu
menampung janin, plasenta dan cairan amnion rata – rata pada akhir kehamilan
volume totalnya mencapai 5 lt bahkan dapat mencapai 20 lt atau lebih dengan
berat rata – rata 1100 gr.
b.
Serviks
Satu
bulan setelah konsepsi serviks akan menjadi lebih lunak dan kebiruan. Perubahan
ini terjadi akibat penambahan vaskularisasi dan terjadinya edema pada seluruh
serviks, bersama dengan terjadinya hipertrofi dan hiperplasia pada kelenjar –
kelenjar serviks.
c.
Ovarium
Proses
ovulasi selama kehamilan akan terhenti dan pematangan folikel baru juga
ditunda. Hanya satu korpus luteum yang dapat ditemukan di ovarium. Folikel ini
berfungsi maksimal selama 6 – 7 minggu awal kehamilan dan setelah itu akan
berperan sebagai penghasl progesteron dalam jumlah yang relatif minimal.
d.
Vagina dan penineum
Selama
kehamilan terjadi peningkatan vaskularisasi dan hyperemia terlihat jelas pada
kulit dan otot – otot di perineum dan vulva, sehingga pada vagina akan terlihat
warna keunguan yang dikenal dengan tanda Chadwick. Perubahan ini meliputi
penipisan mukosa dan hilangnya sejumlah jaringan ikat dan hipertrofi dari sel –
sel otot polos.
e.
Kulit
Pada
kulit dinding perut akan terjadi perubahan warna menjadi kemerahan, kusam, dan
terkadang akan mengenai daerah payudara dan paha yang dikenal dengan nama
striae gravidarum. Pada pertengahan perut ( linea alba ) akan berubah menjadi
hitam kecoklatan ( linea nigra ). Kadang – kadang akan muncul dalam ukuran yang
bervariasi pada wajah dan leher yang disebut dengan chloasma melasma
gravidarum.
f.
Payudara
Pada
awal kehamilan, perempuan akan merasakan payudaranya menjadi lebih lunak.
Setelah bulan kedua payudara akan bertambah ukurannya dan vena – vena di bawah
kulit akan menjadi lebih terlihat. Putting payudara akan lebih membesar,
kehitaman dan tegak.
2.
Perubahan metabolik
Sebagian
besar penambahan barat badan selama kehamilan berasal dari uterus dan isinya.
Kemudian payudara, volume darah, dan cairan ekstraseluler. Diperkirakan selama
kehamilan berat badan akan bertambah 12,5 kg.
3.
Perubahan sistem
kardiovaskular
Pada
minggu ke – 5 cardiac output akan meningkat dan perubahan ini terjadi untuk
mengurangi resistensi vascular sistemik. Selain itu juga terjadi peningkatan
denyut jantung. Pada pertengahan kehamilan pemebesaran uterus akan menekan vena
cafa inferior dan aorta bawah ketika ibu berada dalam posisi terlentang.
4.
Perubahan sistem
respirasi
Selama
kehamilan, sistem respirasi mengalami perubahan. Hal ini dikarenakan untuk
memenuhi kebutuhan O2 yang semakin meningkat. Disamping itu juga terjadi
desakan diafragma karena dorongan rahim. Ibu hamil akan bernafas lebih dalam
sekitar 20 – 25 % dari biasanya. Sesak nafas dan pernafasan yang cepat akan
membuat ibu lelah, hal ini dikarenakan saat kehamilan kerja jantung dan paru –
paru semakin berat.
5.
Perubahan traktus
digestivus
Semakin
besarnya uterus, lambung dan usus semakin bergeser. Demikian dengan apendiks
yang bergeser ke arah atas dan lateral. Mual terjadi akibat penurunan asam
hidroklorid dan penurunan motilitas, serta konstipasi sebagai akibat penurunan motilitas usus
besar.
6.
Perubahan traktus
urinarius
Pada
trimester pertama kehamilan kandung kemih akan tertekan oleh uterus yang mulai
membesar sehingga menimbulkan sering berkemih. Keadaan ini akan hilang dengan
makin tuanya kehamilan bila uterus keluar dari rongga panggul. Pada akhir
kehamilan jika kepala bayi sudah turun ke pintu atas panggul, keluhan sering
berkemih akan timbul kembali.
7.
Perubahan sistem
endokrin
Selama
kehamilan normal kelenjar hipofisis akan membesar ± 135 %. Hormon prolaktin
akan meningkat 10 x lipat pada saat kehamilan aterm.
8.
Perubahan
muskuloskeletal
Lordosis
yang progresif akan menjadi bentuk yang umum pada kehamilan. Akibat kompensasi
dari pembesaran uterus ke posisi anterior, lordosis menggeser pusat daya berat
ke belakang ke arah dua tungkai. Sendi sakroiliaka, sarkokoksigis dan pubis
akan meningkat mobilitasnya, yang diperkirakan karena pengaruh hormonal.
Morbilitas tersebut akan mengakibatkan perubahan sikap ibu dan akhirnya
menyebabkan perasaan yang tidak enak pada bagian bawah punggung terutama pada
akhit kehamilan.
9.
Perubahan sistem
sirkulasi
Peredaran
darah ibu dipengaruhi oleh berbagai fakktor, yaitu :
a.
Meningkatnya kebutuhan
sirkulasi darah yang berpengaruh dalam perkembangan dan pertumbuhan janin dalam
rahim
b.
Terjadi kontak langsung
antara arteri dan vena pada sirkulasi retroplesenter
c.
Pengaruh hormon
esterogen dan progesteron
Akibat faktor diatas, ditemukan
perubahan peredaran darah, pada volume darah semakin meningkat, dimana jumlah
serum darah lebih besar dari pertumbuhan sel darah sehingga terjadi pengenceran
darah ( hemodilusi ) dengan puncaknya pada usia kehamilan 32 minggu. Curah
jantung akan bertambah 30 %. Bertambahnya hemodilusi darah mulai tampak pada
usia kehamilan 16 minggu.
10.
Perubahan sistem
pencernaan
Esterogen
meningkat pada kehamilan dapat menyebabkan :
a.
Pengeluaran air liur
berlebihan
b.
Daerah lambung terasa
panas
c.
Mual dan sakit kepala
terutama pada pagi hari ( morning sickness )
d.
Muntah berlebih yang
dapat mengganggu aktivitas
(
hiperemesis gravidarum )
e.
Progesteron menyebabkan
gerak usus semakin berkurang dapat menyebabkan obstipasi.
b.5 Perubahan Psikologi Selama Kehamilan
Kehamilan
merupakan waktu transisi yaitu masa dimana antara kehidupan sebelum memiliki
anak dan kehidupan nanti setelah mempunyai anak. Reaksi emosional dan persepsi
mengena kehidupan juga mengalami perubahan, wanita hamil menjadi sangat
sensitive dan cenderung bereaksi berlebihan.
1.
Trimester pertama
Dianggap
sebagai periode penyesuaian yang dilakukan wanita terhadap kenyataan bahwa ia
sedang mengandung. Penerimaan terhadap kenyataan ini merupakan tugas psikologi
yang paling penting pada trimester pertama.
2.
Trimester kedua
Dikenal
dengan periode kesehatan yang baik, yakni periode dimana wanita merasa nyaman
dan bebas dari ketidaknyamanan yang normal dialami saat hamil. Tugas psikologi
yang paling utama pada trimester kedua ini adalah mengembangkan identitas ibu
sebagai dirinya sendiri.
3.
Trimester ketiga
Seing
disebut sebagai periode penantian dengan penuh kewaspadaan. Pada periode ini
wanita menyadari kehadiran bayi sebagai makhluk yang terpisah sehingga ia
menjadi tidak sabar menanti kehadiran sang bayi. Ada perasaan was – was
meningat bayi dapat lahir kapanpun hal ini membuat wanita hamil berjaga – jaga
dan menunggu tanda dan gejala persalinan. (
Varney, 2007 : 501 ).
b.6 Ketidaknyamanan kehamilan
1. Keletihan
Salah
satu dugaan adalah bahwa keletihan diakibatkan oleh penurunan drastic laju
metabolisme dasar pada awal kehamilan. Dugaan lain bahwa peningkatan
progesteron memiliki efek menyebabkan tidur. Untuk mengatasinya adalah
meyakinkan kembali wanita tersebut bahwa keletihan adalah hal yang normal dan
bahwa keletihan akan hilang secara spontan. Pengetahuan ini akan membantu
wanita untuk sering beristirahat selama siang hari jika memungkinkan hingga
kelelahannya hilang.
2. Peningkatan
frekuensi berkemih
Merupakan
ketidaknyamanan pada kehamilan yang sering terjadi pada dua kesempatan yang
berbeda selama periode antepartum. Peningkatan frekuensi berkemih pada
trimester pertama terjadi akibat peningkatan berat fundus uterus. Sedangkan
pada trimester ketiga paling sering dialami oleh wanita primigravida setelah
lightening terjadi. Efek lightening terjadi adalah bagian presentasi akan menurun
masuk ke dalam panggul dan menimbulkan tekanan langsung pada kandung kemih.
3. Nyeri
punggung bawah
Merupakan
nyeri punggung yang terjadi pada area lumbosakral. Nyeri punggung bawah
biasanya akan meningkat intensitasnya seiring pertambahan usia kehamilan karena
nyeri ini merupakan akibat pergeseran pusat gravitasi wanita tersebut dan
postur tubuhnya. Perubahan – perubahan ini disebabkan oleh berat uterus yang
membesar. Cara mengatasinya adalah :
a. Posisi
tubuh yang baik
b. Mekanik
tubuh yang tepat saat mengangkat beban
c. Hindari
membungkuk berlebihan, mengangkat beban, dan berjalan tanpa istirahat
d. Ayunkan
panggul / miringkan panggul
e. Gunakan
sepatu tumit rendah
f. Gunakan
penyokong abdomen eksternal
g. Kompres
air hangat
h. Kompres
es pada punggung
i.
Pijatan / usapan pada
punggung
j.
Pada saat tidur gunakan
kasur yang menyokong, gunakan bantal sebagai pengganjal punggung dan
meringankan terikan dan regangan.
b. 7 Kebutuhan dasar ibu hamil.
Antenatal Care adalah
suatu program yang terencana berupa observasi, edukasi,
dan penanganan medis oleh tenaga kesehatan ( Dokter, Bidan ) pada ibu hamil untuk memperoleh suatu
proses kehamilan dan persalinan yang
bersih dan aman. ( BKKBN, 2006 ).
1.
Tujuan asuhan ANC
a.
Memantau kemajuan
kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi
b.
Meningkatkan dan
mempertahankan kesehatan mental, fisik, dan sosial ibu dan bayi.
c.
Mengenali sacara dini
adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil,
termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan, dan pembedahan.
d.
Mempersiapkan
persalinan yang cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu maupun dengan
bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
e.
Mempersiapkan ibu agar
masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif.
f.
Mempersiapkan peran ibu
dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara
normal.
( Prawirohardjo, 2006 : 90 )
2.
Kebijakan program
Sebaiknya
dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan.
( Prawirohardjo, 2006 : 90 )
a.
Satu kali pada triwulan
pertama
b.
Satu kali pada triwulan
kedua
c.
Dua kali pada triwulan
ketiga
b.8 Asuhan pada masa kehamilan
Pelayanan / asuhan
standar minimal termasuk “7T” :
a.
( Timbang ) berat badan
b.
Ukur ( Tekanan ) darah
c.
Ukur ( Tinggi ) fundus uteri
d.
Pemberian imnunisasi ( Tetanus Toksoid ) TT lengkap.
e.
Pemberian Tablet zat besi, minimum 90 tablet
selama kehamilan.
f.
Tes
terhadap Penyakit Menular Seksual.
g.
Temu
wicara dalam rangka persiapan rujukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar