A.
KELUARGA
BERENCANA
f.1
Definisi
Keluarga
berencana adalah usaha untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang di
inginkan. Untuk mendapat hal tersebut
maka dibuatlah beberapa cara atau alternatif untuk mencegah ataupun menunda
kehamilan. Cara - cara tersebut termasuk
kontrasepsi atau pencegahan kehamilan dan pencegahan keluarga.
Kontrasepsi
mengacu pada pencegahan kehamilan temporer yang dicapai lewat penggunaan
kontrasepsi spesifik, atau metode pengendalian kehamilan. ( Varney, 2007 : 414
)
f.2 Tujuan pelayanan KB
1. Tujuan
umum:
Pemberian
dukungan dan pemantapan penerimaan gagasan KB yaitu di hayatinya NKKBS.
2. Tujuan
pokok:
Penurunan angka
kelahiran yang bermakna. Untuk mencaapai tujuan tersebut maka di tempuh
kebijaksanaan mengkatagorikan tiga fase untuk mecapai sasaran yaitu:
a. Fase
menunda kehamilan.
b. Fase
menjarangkan kehamilan.
c. Fase
menghentikan / mengakhiri kehamilan / kesuburan.
f.3
Metode kontrasepsi hormonal suntik progestin
1. Cara
kerja
a. Mencegah
ovulasi
b. Mengentalkan
lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma
c. Menjadikan
selaput lendir rahim tipis dan atrofi
d. Mengahambat
tarnsportasi gamet oleh tuba
2. Evektivitas
Memiliki
efektifitas tinggi, dengan 0,3 kehamilan per 100 perempuan / tahun, asal
penyuntikkannya dilakukan secara teratur sesuai jadwal yang telah ditentukan. Cocok
untuk wanita menyusui karena tidak menekan produksi ASI.
3. Keuntungannya
adalah efektif mencegah kehamilan, tidak berpengaruh hubungan suami istri,
tidak mengandung esterogen yang berdampak penyakit jantung dan pembekuan darah,
sedikit efek samping.
4. Kekurangannya
adalah perubahan pola haid / tidka haid sama sekali, bergantung dengan pelayana
kesehatan, kenaikan berat badan, tidak melindungi dari IMS, hepatitis B,
ataupun HIV / AIDS, dan terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian
pemakaian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar