Sabtu, 06 April 2013

Keluarga Berencana


A.    KELUARGA BERENCANA
f.1 Definisi
      Keluarga berencana adalah usaha untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang di inginkan.  Untuk mendapat hal tersebut maka dibuatlah beberapa cara atau alternatif untuk mencegah ataupun menunda kehamilan. Cara - cara tersebut  termasuk kontrasepsi atau pencegahan kehamilan dan pencegahan keluarga.
      Kontrasepsi mengacu pada pencegahan kehamilan temporer yang dicapai lewat penggunaan kontrasepsi spesifik, atau metode pengendalian kehamilan. ( Varney, 2007 : 414 )
f.2 Tujuan pelayanan KB
1.      Tujuan umum:
Pemberian dukungan dan pemantapan penerimaan gagasan KB yaitu di hayatinya NKKBS.
2.      Tujuan pokok:
Penurunan angka kelahiran yang bermakna. Untuk mencaapai tujuan tersebut maka di tempuh kebijaksanaan mengkatagorikan tiga fase untuk mecapai sasaran yaitu:
a.       Fase menunda kehamilan.
b.      Fase menjarangkan kehamilan.
c.       Fase menghentikan / mengakhiri kehamilan / kesuburan.
f.3 Metode kontrasepsi hormonal suntik progestin
1.      Cara kerja
a.       Mencegah ovulasi
b.      Mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma
c.       Menjadikan selaput lendir rahim tipis dan atrofi
d.      Mengahambat tarnsportasi gamet oleh tuba
2.      Evektivitas
Memiliki efektifitas tinggi, dengan 0,3 kehamilan per 100 perempuan / tahun, asal penyuntikkannya dilakukan secara teratur sesuai jadwal yang telah ditentukan. Cocok untuk wanita menyusui karena tidak menekan produksi ASI.
3.      Keuntungannya adalah efektif mencegah kehamilan, tidak berpengaruh hubungan suami istri, tidak mengandung esterogen yang berdampak penyakit jantung dan pembekuan darah, sedikit efek samping.
4.      Kekurangannya adalah perubahan pola haid / tidka haid sama sekali, bergantung dengan pelayana kesehatan, kenaikan berat badan, tidak melindungi dari IMS, hepatitis B, ataupun HIV / AIDS, dan terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar