Sabtu, 06 April 2013

Bayi Baru Lahir


A.    BAYI BARU LAHIR
e.1 Definisi
      Kriteria fisik bayi baru lahir ( Neonatus ) normal, antara lain sebagai berikut. Lahir cukup bulan dengan usia kehamilan 37- 42 minggu, berat badan lahir 2500 - 4000 gram atau sesuai masa kehamilan, panjang badan antara 44 - 53 cm, lingkar kepala melalui diameter biparietal 31-36 cm, skor APGAR antara 7 - 10, tanpa  kelainan kongenital atau trauma persalinan.
e.2 Asuhan Bayi Baru Lahir
1.      Jaga kehangatan
2.      Bersihkan jalan nafas ( bila perlu )
3.      Keringkan dan tetap jaga kehangatan
4.      Potong dan ikat tali pusat tanpa membubuhi apapun, kira – kira 2 menit* setelah lahir
5.      Lakukan Inisiasi Menyusu Dini dan kontak kulit bayi dengan kulit ibu
6.      Beri salep mata antibiotik tetrasiklin 1 % pada kedua mata
7.      Beri suntikan Vit K1 mg intramuskular di paha kiri anterolateral setelah Inisiasi Menyusu Dini
8.      Beri imunisasi Hepatitis B 0,5 mL intramuskular di paha kanan anterolateral, berikan kira – kira 1 – 2 jam setelah pemberian Vik K1
( Pelatihan Asuhan Persalinan Normal, 2008 : 122 )
            e.3 Perubahan fisik bayi baru lahir
1.      Sistem pernafasan
Rangsangan gerakan pernafasan pertama terjadi karena tekanan mekanik dari toraks sewaktu melalui jalan lahir ( stimulasi mekanik ), penurunan Pa O2 dan kenaikan CO2 merangsang kemoreseptor yang terletak di sinus karotikus ( stimulasi kimiawi ), rangsangan dingin di daerah muka dan perubahan suhu di dalam uterus ( stimulasi sensorik ) dan refleks deflasi hering breur.
2.      Suhu tubuh
a.       Evaporasi
Kehilangan panas yang terjadi karena penguapan cairan ketuban pada permukaan tubuh oleh panas tubuh bayi sendiri karena setelah lahir tubuh bayi tidak segera dikeringkan dan diselimuti.    ( Perpindahan panas dengaaaan cara merubah cairan menjadi uap ).
b.      Konduksi
Kehilangan panas tubuh bayi melalui kontak langsung antara tubuh bayi dengan permukaan yang dingin. Meja, tempat tidur, atau timbangan yang temperaturnya lebih rendah dari tubuh bayi akan menyerap panas tubuh bayi melalui mekanisme konduksi apabila bayi diletakkan di atas benda benda tersebut.
c.       Konveksi
Kehilangan panas dari tubuh bayi yang terpapar udara sekitar yg lebih dingin. Contoh hilang nya panas tubuh bayi secara konveksi, ialah membiarkan atau menempatkan bayi baru lahir dekat jendela dengan hembusan udara ventilasi, membiarkan bayi baru lahir di ruang yg terpasang kipas angin atau pendingin ruangan.
d.      Radiasi
Kehilangan panas yang terjadi karena bayi ditempatkan di dekat benda benda yang mempunyai suhu lebih rendah dari suhu tubuh bayi. Bayi bisa kehilangan panas  secara radiasi karena benda benda tersebut menyerap panas tubuh bayi. ( Pemindahan panas antara 2 objek yg mempunyai suhu berbeda ).
( JNPK – KR Asuhan Persalinan Normal, 2008 : 96 )
3.      Metabolisme
Bayi baru lahir harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru sehingga energi diperoleh dari metabolism karbohidrat dan lemak. Pada jam – jam pertama energy didapatkan dari perubahan karbohidrat. Pada hari kedua, energy berasal dari pembakaran lemak. Setelah mendapat susu kurang lebih pada hari keenam, pemenuhan kebutuhan energy bayi 60 % didapatkan dari lemak dan 40 % dari karbohidrat.
4.      Peredaran darah
Setelah bayi lahir, paru akan berkembang mengakibatkan tekanan arteriol dalam paru menurun. Tekanan dalam jantung kanan turun, sehingga tekanan jantung kiri lebih besar daripada tekanan jantung kanan yang mengakitakan menutupnya foramen ovale secara fungsional.
5.      Keseimbangan air dan fungsi ginjal
Tubuh bayi baru lahir mengandung relatif banyak air dan kadar natrium relative lebih besar dari kalium karena ruangan ekstraseluler luas. Fungsi ginjal belum sempurna karena jumlah nefron masih belum sebanyak orang dewasa, ketidakseimbangan luas permukaan glomerulus dan volume tubulus proksimal, serta renal blood flow relatif kurang bila dibandingkan dengan orang dewasa.
6.      Immunoglobulin
Pada bayi baru lahir hanya terdapat gama globulin G, sehingga immunologi dari ibu dapat melalui plasenta karena berat molekulnya kecil. Tetapi bila infeksi yang dapat melalui plasenta ( lues, toksoplasma, herpes simpleks, dan lain - lain ), reaksi immunologis dapat terjadi dengan pembentukan sel plasma dan antibody gamma A, G, dan M.
7.      Traktus Digetivus
Pada neonatus, traktus digetivus mengandung zat yang berwarna hitam kehijauan yang terdiri dari mukopolisakarida dan disebut mekonium. Pengeluaran mekonium biasanya dalam 10 jam pertama dan dalam 4 hari biasanya tinja sudah berbentuk dan berwarna biasa.
8.      Hati
Enzim hati belum aktif benar pada waktu bayi baru lahir, daya detoksifikasi hati pada neonatus juga belum sempurna, contohnya pemberian obat kloramfenikol dengan dosis lebih dari 50 mg / kg BB / hari dapat menimbulkan grey baby syndrome.
9.      Keseimbangan asam basa
Derajat keasaman ( pH ) darah pada waktu lahir rendah, karena glikosis anaerobic. Dalam 24 jam neonatus telah mengkompensasi asidosis ini.
            e.4 Tanda bahaya bayi baru lahir
1.      Tidak mau menyusu atau memuntahkan semua yang diminum. Ini tanda bayi terkena infeksi berat.
2.      Bayi kejang. Kejang pada bayi baru lahir kadang sulit dibedakan dengan gerakan normal. Jika melihat gejala-gerakan yang tidak biasa dan terjadi secara berulang-ulang ( menguap, mengunyah, mengisap, mata berkedip-kedip, mata mendelik, bola mata berputar-putar, kaki seperti mengayuh sepeda ) yang tidak berhenti jika bayi disentuh atau dielus-elus, kemungkinan bayi kejang.
3.      Bayi lemah, bergerak hanya jika dipegang. 
4.      Sesak napas (60 kali permenit atau lebih) atau nafas 30 kali per menit atau kurang.
5.      Bayi merintih.
6.      Pusar kemerahan sampai dinding perut. Jika kemerahan sudah sampai ke dinding perut, tandanya sudah infeksi berat.
7.      Demam ( suhu tubuh bayi lebih dari 37,5º C ) atau tubuh teraba dingin ( suhu tubuh bayi kurang dari 36,5º C ).
8.      Mata bernanah banyak.
9.      Bayi diare, mata cekung, tidak sadar, jika kulit perut dicubit akan kembali lambat. Ini tandanya bayi kekurangan cairan yang berat, bisa menyebabkan kematian.
10.  Kulit bayi terlihat kuning. Kuning pada bayi berbahaya jika muncul pada : 
a.       Hari pertama (kurang dari 24 jam) setelah lahir. 
b.      Ditemukan pada umur lebih dari 14 hari. 
c.       Kuning sampai ke telapak tangan atau kaki.  ( UNICEF Indonesia : 2012 )
e.5 Refleks pada bayi
Refleks
Stimulasi
Respons
Pola Perkembangan
Bila Tak Ada Respons, Menunjukkan
Blinking
Kilatan cahaya atau hembusan udara
Bayi akan menutup kedua matanya
Menetap
Kelainan pada saraf di otak
Babinski
Telapak kaki digoyang atau disentuh
Jari-jari kaki akan membuka
Menghilang di usia 1 sampai 2 tahun
Kelainan pada saraf otak (bila menetap)
Darwinian (Grasping)
Telapak tangan disentuh
Jari-jari mengatup, membentuk genggaman
Melemah di usia 3 bulan, menghilang di usia 1 tahun
Kelainan pada saraf otak atau bila menetap
Moro
Tiba-tiba dikejutkan oleh suara atau gerakan
Terkejut, lalu melengkungkan punggungnya, menjatuhkan kepala, menangkupkan kedua lengan dan kakinya ke tengah badan
Menghilang di usia 3 sampai 6 bulan
Fraktur atau cedera pada bagian tubuh tertentu
Rooting
Disentuh pipi atau ujung mulutnya
Mulut akan langsung membuka dan melakukan gerakan seperti orang mengisap (mengenyot)
Menghilang di usia 3 sampai 4 bulan
Bayi kurang bulan (prematur) atau kemungkinan adanya kelainan sensorik
Steping
Bila tubuhnya diangkat dan diposisikan berdiri di atas permukaan lantai
Kakinya akan menjejak-jejak seperti akan berjalan
Menghilang di usia 3 sampai 4 bulan
Kelainan pada motorik kasar
Sucking
Bila ada objek disentuhkan atau dimasukkan ke mulut
Bayi langsung melakukan gerakan seperti mengisap
Menghilang di usia 3 sampai 4 bulan
Kelainan saluran pernapasan dan kelainan pada mulut termasuk langit-langit mulut
Swimming
Ditelungkupkan di dalam air
Secara otomatis tubuhnya akan membuat gerakan-gerakan seolah berenang
Menghilang di usai 6 sampai 7 bulan
Bayi prematur atau gangguan motorik kasar
Tonic neck
Ditelentangkan
Memutar kepala bayi dalam posisi ditelentangkan; akan tampak gerakan berlawanan arah antara kepala dan tubuhnya. Maksudnya, bila kepala menengok ke arah kanan, maka bagian tubuhnya seperti bergerak ke arah sebaliknya dengan kedua tangan biasanya menggenggam. Posisinya akan tampak seperti pemain anggar (the fencer pose).
Menghilang di usia 7 bulan
- Jika waktu lahir menunjukkan respons yang stereotip (justru searah) dan sangat menonjol, pertanda ada kerusakan otak yang berat.
- Bila menetap setelah usia 7 bulan kemungkinan ada kelainan otak.
 ( tabloid nikita, 2012 )
e.6 Imunisasi
      Menurut Hidayat ( 2005 ), imunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhadap penyakit tertentu. Vaksin adalah bahan yang dipakai untuk merangsang pembentukan zat anti yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui suntikkan, seperti vaksin BCG, DPT, campak dan melaui mulut seperti vaksin polio.
Jenis – jenis Imunisasi Dasar :
1.      Hepatitis B
Mencegah penularan Hepatitis B dan kerusakan hati. Sejak tahun 2005 Departemen Kesehatan memberikan vaksin Hepatitis B – 1 saat lahir, dilanjutkan dengan vaksin kombinasi pada bayi usia 2, 3, dan 4 bulan. Vaksin Hepatitis B diberikan dengan dosis 0,5 cc secara intramuscular dalam pada 1/3 paha anterolateral.
2.      BCG ( Baccile Calmette Guerin )
Vaksin hidup yang dibuat dari mycobacterium bovis. Tujuan imunisasi BCG bukan untuk mencegah penyakit TBC, tetapi mengurangi resiko TBC berat seperti TBC meningitis, dan TBC miliar. Vaksin BCG diberikan pada bayi usia kurang dari atau sama dengan 2 bulan dengan dosis 0,05 cc diberikan secara intracutan di daerah insersio muskulus deltoideus kanan.
3.      Anti Polio
Mencegah penularan polio yang dapat menyebabkan lumpuh layu pada tungkai dan lengan. Diberikan 4 x pada bayi usia 1, 2, 3, dan 4 bulan dengan dosis 2 tetes ( 0,1 ml ).
4.      DPT ( Difteria Pertusis dan Tetanus )
Mencegah penularan penyakit Difteri yang menyebabkan penyumbatan jalan nafas, Pertusis yang menyebabkan batuk rejan ( Batuk 100 hari ), dan Tetanus. Vaksin DPT diberikan 4 x pada bayi usia 2, 3, dan 4 bulan, namun biasanya vaksin DPT diberikan dalam bentuk DPT – COMBO yang dilarutkan dengan vaksin Hepatitis B dengan dosis 0,5 cc.
5.      Campak
Mencegah penularan campak yang dapat mengakibatkan komplikasi radang paru, radang otak dan kebutaan. Vaksin campak diberikan pada bayi usia 9 bulan dengan dosis 0,5 cc secara subcutan pada lengan kiri bayi secara subcutan. Efek dari imunisasi campak ini adalah demam ringan dan kemerahan selama ± 3 hari.

1 komentar: